Ajak Generasi Muda Sadar Bahaya Narkoba, Kemendikbud Gelar Webinar Generasi Berkarakter Hindari Narkoba Secara Berkala

Suarapendidikan.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) kembali menggelar web seminar (webinar) bertema Generasi Berkarakter Hindari Narkoba. Webinar yang kesebelas kali ini dipandu oleh Paradhita Zulfa Nadia dan penerjemah bahasa isyarat, Nurlailah, serta menghadirkan empat narasumber yaitu Kepala Puspeka Kemdikbud, Hendarman, duta anti narkoba, Olivia Zalianty, atlet bulutangkis muda berprestasi, Fajar Alfian, dan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Eva Fitri Yuanita.

Sebagai narasumber pertama, Olivia Zalianty membagikan pengalaman hidupnya sebagai artis yang tetap bisa berprestasi tanpa narkoba. Meski lingkungannya dulu ketika masih bersekolah ada saja yang menyalahgunakan narkoba, namun Olivia tidak terpengaruh. Demikian pula ketika Olivia menjadi selebritas, tetap bisa produktif tanpa narkoba. Oleh karenanya, Olivia pernah didapuk sebagai Duta Anti Narkoba di tahun 2008. Olivia memilih rutin berolahraga untuk tetap sehat, bugar serta positif. Olivia menyebut pentingnya peran orang tua dan keluarga dalam mendukung semua kegiatan positifnya itu.

Senada dengan Olivia, atlet bulutangkis, Fajar Alfian bercerita bagaimana remaja dapat produktif, bahkan mengharumkan nama bangsa meski banyak godaan seperti tawaran penyalahgunaan narkoba. Fajar juga memilih olah raga agar menjadi remaja yang positif dan produktif. Menurutnya, olah raga adalah salah satu kegiatan yang bertujuan. Selain menyehatkan, olah raga juga membuat orang memiliki tujuan atau target, apalagi sebagai atlet nasional yang tentunya digembleng untuk terus berprestasi.

Pembicara ketiga yakni Eva Fitri Yuanita dari BNN menyerukan pentingnya semua sadar bahaya narkoba. Eva menyebut dalam setahun ada 18 ribu meninggal disebabkan penyalahgunaan narkoba.

“Angka ini mengkhawatirkan sehingga tidak berlebihan rasanya jika disebut negara ini dalam kondisi darurat narkoba”, tegasnya.

Masyarakat dan pemerintah mesti bergandeng tangan menanggulanginya, demikian juga dengan sekolah. Eva bahkan mengatakan sejak di jenjang pendidikan anak usia dini, anak semestinya sudah diberitahu tentang bahaya narkoba, tentu saja dengan bahasa dan penyampaian yang sesuai.

“Pengedar narkoba menyasar remaja dan anak, selain itu banyaknya penduduk di Indonesia menjadi pasar potensial bagi perdagangan narkoba. Modus operandi pengedaran narkoba juga terus berkembang dengan media yang makin beragam melalui internet,” tutur Eva.

Dalam webinar ini juga disampaikan pengumuman pemenang lomba Blog dan Vlog Pusat Penguatan Karakter dengan mengusung tema “Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19”. Lomba ini dimaksudkan untuk memotret bagaimana dunia pendidikan di Indonesia tetap berjalan dengan ragam praktiknya.

Kepala Puspeka Kemendikbud, Hendarman mengatakan lomba ini bertujuan untuk mempertahankan budaya literasi di kalangan millenial.

“Semoga dengan adanya lomba blog dan vlog seperti ini, kaum millenial dan generasi Z bisa terus berkarya, serta turut mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga tercipta generasi-generasi yang berkarakter, kuat, dan berdaya, ” ujarnya.

Tidak hanya disiarkan melalui Zoom saja, webinar ini juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube Cerdas Berkarakter Kemdikbud RI, radio Suara Edukasi dan radio Itjen. Selama dua jam, selain disuguhi paparan para pembicara, peserta juga diajak berinteraksi melalui beberapa kuis dengan hadiah yang menawan.

Hendarman berharap, pandemi justru ini dapat menjadi kesempatan para remaja untuk menempa diri.

“Karena lebih banyak waktu luang, diharapkan remaja dapat mengasah kemampuan dan melejitkannya menjadi Pelajar Pancasila,” ujarnya.

Puspeka terus berupaya mewujudkan profil pelajar Pancasila, mengingat Pancasila semestinya menjadi visi sekaligus spirit dan pandangan hidup bernegara, terutama remaja. (YD/NR)