Guru Raih Skor Tertinggi Tes SKD 2019 Kabupaten Jombang

Suarapendidikan.com, Mojokerto – Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Daerah Kabupaten Jombang memasuki hari kelima pada hari ini (12/2). Ujian yang bertempat di Graha Mojokerto Service City (GMSC) Kota Mojokerto tersebut diikuti sebanyak 8.316 peserta mulai dari tanggal 8-13 Pebruari 2020.

Pada hari pertama (8/2) peserta yang hadir dalam ujian SKD tersebut sebanyak 1.329 dan yang tidak hadir sebanyak 71 peserta. Hari kedua (9/2) peserta yang hadir sebanyak  1.321 dan yang tidak hadir 79 peserta. Hari ketiga (10/2) peserta yang mengikuti SKD tersebut sebanyak 1.327 dan yang tidak hadir sebanyak 73 peserta. Dan dihari keempat kemarin (11/2) peserta yang hadir berjumlah 1.349 orang dan yang tidak hadir 51 peserta.

Saat ditemui Redaksi Radio Suara Pendidikan di GMSC Kota Mojokerto (12/2), Kepala Dinas Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan (BKDPP) Kabupaten Jombang, Senen menjelaskan bahwa secara keseluruhan peserta yang tidak hadir dalam kurun waktu empat hari tersebut sebanyak 274 orang. Menurutnya dari jumlah tersebut peserta yang tidak hadir dalam ujian SKD ini didominasi oleh peserta yang berasal dari luar Kabupaten Jombang.

Dalam kurun waktu empat hari tersebut, Senen juga mengatakan bahwa banyak peserta yang lolos passing grade pada kategori umum.

“Penghitungan sementara peserta yang lolos passing grade dari hari pertama sampai hari keempat kemarin berkisar antara 60-65% dari jumlah peserta yang ikut ujian,” kata Senen.

Peserta Tes SKD melihat Skor

Sampai hari keempat ujian tes SKD skor tertinggi diraih oleh guru dengan nilai 425.

Salah satu peserta yang lolos passing grade dari formasi guru, Riris asal Tulungrejo Pare mengungkapkan kepuasannya terhadap pelayanan Panitia Seleksi Daerah (Panselda).

“alhamhamdulillah lolos passing grade, dan semoga lolos sampai SKB, andaikan tidak lolos ya ikut tahun berikutnya,” ujarnya

Untuk diketahui, merujuk pada PermenPAN-RB No. 23 Tahun 2019 bahwa peserta yang lolos passing grade belum tentu bisa ikut SKB, karena yang ikut SKB adalah jumlah kebutuhan formasi dikalikan 3. (WG/NR)