Hari Ini Jatim Menggelar Uji Coba Sekolah Tatap Muka Secara Terbatas

Suarapendidikan.com – Pemprov Jatim menggelar uji coba pelaksanaan sekolah tatap muka di tengah pandemi COVID-19 hari ini. Ada 2 sekolah tingkat SMA/SMK yang akan melakukan uji coba tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan 2 sekolah tersebut adalah SMAN 2 Probolinggo dan SMK Negeri 2 Kota Probolinggo.

“Hari pertama uji coba terbatas sekolah tatap muka. Di mana per-kelas siswanya 9 hingga 18 siswa. Sekolah yang uji coba yaitu SMAN 2 Probolinggo, SMK Negeri 2 Kota Probolinggo,” kata Wahid usai mengikuti Upacara Pengibaran Bendera dalam Rangka Proklamasi RI ke-75 di Gedung Negara Grahadi, Kemarin Senin (17/8/2020).

Untuk Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo, Wahid memastikan pihaknya belum akan menggelar uji coba terbatas sekolah tatap muka. Begitu juga dengan daerah lain yang masih zona merah.

“Kota Surabaya zona oranye dan Kabupaten Sidoarjo belum karena masih zona merah,” jelas Wahid.

Uji coba terbatas ini memang sifatnya sangat fleksibel dan dapat berubah jika memang status risiko dampak penularan di suatu daerah di Jatim berubah warna.

Daerah yang diperbolehkan untuk melakukan uji coba terbatas sekolah tatap muka ini adalah yang zona oranye dan kuning. Sedangkan yang masih zona merah belum bisa menggelar uji coba. Meski begitu, Wahid menjelaskan bagi zona oranye perlu kajian lebih dalam untuk melaksanakan uji coba ini.

“Dari pusat memang ada imbauan zona oranye tidak membuka sekolah. Apa yang kita lakukan sifatnya masih uji coba,” ujarnya..

Wahid menyampaikan setiap daerah yang diperbolehkan menggelar uji coba hanya di tiga sekolah saja. Yaitu satu SMA, satu SMK dan satu SLB baik negeri maupun swasta tergantung dengan kesiapan sekolah yang bersangkutan.

“Siswa yang mengikuti uji coba terbatas sekolah ini memiliki syarat wajib yaitu mendapatkan izin dari orang tua. Lalu datanya disampaikan ke kepala cabang dinas di wilayahnya masing-masing,” terang Wahid.

Sedangkan siswa yang tidak mendapat giliran masuk dalam uji coba terbatas ini juga akan tetap mengikuti kegiatan belajar di rumah melalui sistem daring. Sehingga dalam masa uji coba ini guru mendapatkan tugas dobel yaitu memberikan kegiatan belajar mengajar tatap muka dalam jumlah terbatas dan juga memberikan kegiatan belajar online bagi yang belajar di rumah. Uji coba sekolah tatap muka dilakukan tiga jam sehari dengan empat jam pelajaran. Uji coba ini akan dilakukan dalam waktu dua pekan.

Wahid menambahkan bahwa siswa SMA/SMK melakukan uji coba terbatas sekolah tatap muka karena dianggap sudah mengerti akan kondisi yang mewajibkan standar protokol kesehatan. Selain itu selama ini banyak yang ikut sekolah daring di warkop dan bergerombol. Maka daripada tidak terkendali maka pihaknya melakukan uji coba sekolah tatap muka. Hasilnya akan dievaluasi di akhir Agustus. (NR)