Jelang Sensus Penduduk 2020, BPS Jombang Gencar Lakukan Sosialisasi

Suarapendidikan.com, Jombang –  Kegiatan Sensus Penduduk tahun 2020 (SP2020) akan segera dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam waktu dekat. Hal itu dikarenakan, selain amanat undang-undang, penyelenggaraan sensus penduduk juga direkomendasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia “Satu Data Kependudukan Indonesia”. Sedangkan cakupan SP2020 ini meliputi seluruh penduduk Warga Negara Indonesia (WNI) dan orang asing yang berada di wiliyah teritorial Indonesia, termasuk anggota korps diplomatik dan tentara nasional yang sedang bertugas di luar negeri.

Guna menunjang kelancaran pelaksaan SP2020 BPS Kabupaten Jombang melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat Jombang. Salah satu cara yang dilakukan yakni dengan talkshow di Radio Suara Pendidikan, Rabu (22/1) siang.

Kepala BPS Jombang, Firda dengan didampingi Kepala Seksi Integrasi dan Pengolahan Data Statistik (IPDS), Tria hadir sebagai narasumber SP2020. Terkait kegiatan SP2020,  Firda menyatakan Sensus Penduduk di tahun 2020 ini merupakan penyelenggaraan kegiatan pencacahan data kependudukan yang ke-7 sejak tahun 1961.

“Dibanding tahun sebelumnya, pelaksanaan SP2020 ini beda,” kata Firda.

Perbedaaan dengan sensus penduduk sebelumnya, terletak pada metode yang digunakan. SP2020 menggunakan metode kombinasi. Yakni Sensus Penduduk Online (SPO) dan Sensus Penduduk Wawancara (SPW). Menurut Firda, digunakannya metode kombinasi pada SP2020 ini karena di era milenial seperti sekarang,  tantangan mobilitas dan perubahan perilaku penduduk yang menyebabkan sulitnya pencacahan. Sehingga metode kombinasi diharapkan mampu mewujudkan “Satu Data Kependudukan Indonesia”.

SPO dilaksanakan mulai tanggal 15 Pebruari sampai dengan tanggal 31 Maret 2020 dengan cara menyiapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga (KK), dan Surat Nikah (jika sudah menikah), agar masyarakat bisa login di sensus.bps.go.id, sedangkan SPW dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2020. Data pribadi di laman tersebut yang harus diisi oleh masyarakat  meliputi, alamat, status hak milik rumah (milik sendiri/sewa), tingkat pendidikan, dan kondisi rumah.

“Pihak BPS mengharapkan masyarakat untuk mengisi sensus penduduk secara jujur dan benar, agar data yang masuk ke BPS itu juga benar,” ujar Firda.

Menurut Firda,  tidak lagi door to door atau manual, sehingga peran masyarakat sangat penting dalam Sensus Penduduk Online, karena ia percaya masyarakat mampu untuk mengisi data mereka secara benar dari handphone mereka masing-masing.

“Nantinya sensus penduduk wawancara akan di terapkan untuk masyarakat yang mengalami kendala seperti susah sinyal ataupun orangtua yang tidak punya handphone,” jelasnya.

Sebagai Pengelola Teknis, Tria mengungkapkan data sensus penduduk tahun 2020 adalah database dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (dispendukcapil), kemudian data itu digunakan sebagai dasar untuk sensus. Masyarakat bisa meng-update datanya sendiri di situs sensus.bps.go.id . Namun tidak bisa mengubah data yang ada di dispendukcapil.

“Untuk setiap orang, silahkan cek data pribadi yang ada di server. Jadi kita bisa mengetahui apakah data-data yang ada di dispendukcapil itu sudah benar. Itu sangat berguna untuk mengkoreksi kesalahan data pribadi serta anggota keluarganya. Jadi ketika ada sensus penduduk online jangan dicuekin,” pungkasnya. (WO/NR)