JL. DR Soetomo Jombang Tetap dibuka

Suarapendidikan.com, Jombang – Jalur tertib Phisycal Distancing yang direncanakan menutup beberapa jalan di Kota Jombang tidak berjalan sesuai rencana. Seseuai edaran yang dikeluarkan satlantas polres Jombang (5/9), tertera penutupan dimulai tanggal 6 April pada jalan Wahid Hasyim, JL. DR. Soetomo, Jl. Soerohadiningrat –  JL. Ahmad Dahlan, JL. Jaksa Agung Suprapto – JL. Adam Malik.

Dari keemapat jalan tersebut yang direncanakan sebagai jalur tertib Physical Distancing hanya tiga jalan yang di lakukan penutupan setiap harinya pada pukul 10.00-13.00, setiap hari senin – Jum’at dan pukul 10.00 – 14.00 setiap hari sabtu dan minggu.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Jombang IPTU Mulyani menyampaikan Perluasan jalur tertib Physical Distancing ini adalah upaya untuk memangkas persebaran virus corona yang menjadi pandemik global di Dunia.

suasana JL. DR Soetomo

“Upaya ini adalah langkah pencegahan penyebearan Covid-19. Dengan kita terapkan jalur tertib Physical Distancing ini setidaknya mengurangi banyaknya kerumunan massal, atau orang berkumpul di satu titik, utamanya di jalur tengah kota,”kata IPTU Mulyani saat dialog interaktif di Suara Pendidikan Tv Kemarin.

Dari rencana awal penutupan jalur di empat titik satu jalur gagal ditutup karena melihat kondisi lingkungan yang masih bisa kondusif jadi untuk sementara jalan DR. Soetomo tetap dibuka.

“Selain langkah penerapan Jalur tertib Phisycal Distansing kita juga melakukan upaya operasi keselamatan di beberapa titik di kabupaten Jombang. Ada empat pos yang ada di mojoagung, Ngoro, Jombang dan Ploso.”terangnya.

Empat pos yang tersedia tersebut bukan hanya dari jajaran Satlantas saja akan tetapi ada dari pihak kesehatan, TNI, dan relawan yang tergabung dalam satuan tugas pencegahan Covid-19 Kabupaten Jombang.

Mulyani menhimbau kepada seluruh masyarakat Jombang untuk bersama mematuhi anjuran dan himbauan pemerintah kaitanya dengan pencegaha Covid-19. Menggunakan masker, menghindari kerumunan massal, jaga jarak fisik sekurang kurangnya 1 meter, membiasakan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menggunakan handsanitizer, dan melakukan penyemprotan disinvektan sehingga bisa memutus mata penyebaran virus ini. (SM/NR)