Jombang Bersatu Lawan COVID-19

foto humas protokol jombang

Sauarapendidikan.com, Jombang – Semakin merebaknya wabah virus corona di beberapa wilayah di Indonesia menjadikan beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur dinyatakan sebagai Zona Merah, namun untuk saat ini Jombang masih tak ada satupun pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurut data update sampai tanggal 27 Maret 2020 dari posko Covid-19 di Jombang tercatat ODR (Orang Dalam Resiko) sebanyak 372 orang, ODP (Orang Dalam Pemantauan) sebanyak 88 orang, PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sebanyak 3 orang, Positif Covid nol.

Melihat kondisi yang menunjukkan kenaikan pemerintah Kabupaten Jombang merapatkan barisan dengan berbagai lini dalam upaya menjaga situasi agar tetap kondusif.

Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab didampingi Sekdakab Jombang DR. Akh Jazuli, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragaama (FKUB) DR. KH. Isrofil Amar, M.Ag, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), KH. Zaimudin Wijaya As’ad, S.U, dan Pengurus Gereja Katolik, Tarsisius Rahmadi, Rohaniawan Yenny Sudjiono, Ketua Walaka Parisada Hindu Dharma Indonesia Sukirno, S.Pd, Pendeta Eko Hendri Kristi, M.Miss, Tokoh Agama se Kabupaten Jombang.

Kemarin, Jumat Tanggal 27 Maret 2020 bertempat diruang Swagata Pendopo Kabupaten Jombang dalam rangka upaya pencegahan penyebaran Covid 19 di Kabupaten Jombang telah menyampaikan Deklarasi Bersama dan menandatanganinya.

Isi dari Deklarasi Bersama tersebut bertekad;
1. Mendukung semua program Pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid 19
2. Tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak baik ditempat umum maupun dilingkungan sendiri.
3. Apabila dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, maka kegiatan yang melibatkan banyak orang harus dilaksanakan dengan menjaga jarak antara satu orang dengan yang lain lebih kurang 1 meter dan wajib mengikuti prosedur pencegahan penyebaran Covid 19.
4. Tidak terpegaruh dan tidak ikut menyebarkan berita berita yang tidak jelas sumbernya agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (NR)
Demikian untuk dipedomani Bersama.