Jombang Sepakati Sholat Ied Di Rumah Masing – Masing

Suarapendidikan.com, Jombang  – Momen  hari raya idul fitri sudah mendekat. Menjelang Lebaran, belakangan beredar surat edaran dari sejumlah pihak. Isinya terkait pelonggaran untuk pelaksanaan salat berjamaah dan salat Id di masjid dengan pengetatan. Hal itu pun membuat masyarakat bimbang. Tidak terkecuali di Jombang.

Bupati Jombang bersama  forkopimda bersama pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam pun menggelar pertemuan di Pendopo Kabupaten Jombang, Senin (19/5). Mereka membahas pelaksanaan ibadah selama pandemi covid ini,

Hasilnya, Bupati, Wakil Bupati beserta jajaran forkopimda dan pimpinan ormas di Kabupaten Jombang menandatangani kesepakatan bersama bahwa pelaksanaan sholat ied dilaksanakan masyarakat di rumah masing – masing.”Terkait sholat ied  telah kita sepakati dengan berbagai unsur, forkopimda, ormas, dan para alim ulama, memutuskan untuk melaksanakannya di rumah masing – masing.” ujarnya

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jombang KH Cholil Dahlan mengatakan, sesuai keputusan bersama, memang untuk aktivitas keagamaan, masyarakat tetap diimbau agar mengoptimalkan beribadah di rumah. Termasuk salat Idul Fitri maupun takbiran, sementara harus mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Dalam dokumen kesepakatan bersama tersebut memuat 5 poin yang berpedoman pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2020 tentang panduan ibadah ramadhan dan idul fitri 1 Syawal 1441 H di tengah pandemi wabah covid-19 dan fatwa MUI Nomor 28 tahun 2020 tentang panduan kaifiyat takbir dan sholat idul fitri saat pandemi covid – 19, yakni;

  1. Tidak melaksnakan takbir keliling baik menggunakan mobil atau jalan kaki, tetapi kegiatan takbiran dilakukan di masjid/ mushola menggunakan pengeras suara dengan jumlah orang terbatas
  2. Sholat Ied dilaksanakan di rumah bersama keluarga dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan covid – 19
  3. Tidak mengadakan silaturrahmi dari rumah ke rumah, kantor ke kantor atau tempat lainnya. Diganti dengan halal bihalal hari raya idul fitri melalui media sosial dan video call/ conference atau media lainnya sesuai SOP.
  4. Menutup tepat hiburan dan rekreasi
  5. Memerintahkan gugs tugas desa covid – 19 agar melarang dan mengawasi tamu yang masuk ke desanya untuk tidak saling anjangsana/ silaturrahmi utamanya yang mendatangkan massa (A/NR)