Kemendikbud Selenggarakan Kegiatan Komunikasi Digital Jenjang SMP

Suarapendidikan.com – Hari ini, Jumat (25/09/2020), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan program penyaluran bantuan kuota internet bagi peserta didik dan pendidik untuk mendukung penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi COVID-19. Untuk itu, Kemendikbud melalui Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP) menyelenggarakan kegiatan komunikasi dan digitalisasi jenjang SMP untuk memberikan pengetahuan kepada peserta didik agar dapat memanfaatkan internet dengan sehat.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (DASMEN), Kemendikbud, Jumeri mengatakan kegiatan ini digelar karena banyak peserta didik yang telah memiliki gawai dan kuota namun masih belum mampu berkomunikasi secara aktif dengan tenaga pendidik sehingga hasil belajarnya menurun.

“Kehadiran media internet adalah bagian yang sudah tidak bisa kita hindari karena kebutuhannya yang semakin masif, semakin luas dan sangat dibutuhkan untuk media komunikasi kita. Baik komunikasi personal maupun komunikasi komunal termasuk di antaranya adalah komunikasi antara Bapak/Ibu guru dengan peserta didiknya,” disampaikan Jumeri dalam sambutannya melalui video virtual di Jakarta, pada Jumat (25/09/2020).

Jumeri mengatakan internet dalam dunia komunikasi digital bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi membawa kemajuan yang luar biasa di bidang komunikasi tetapi di sisi lain internet juga mengandung sisi negatif. Oleh karenanya, menjadi kewajiban tenaga pendidik dan orang tua untuk melakukan penanganan terhadap sistem informasi supaya dampak positifnya lebih besar dibandingkan dampak negatifnya.

“Ini tugas kita sebagai pendidik, dinas pendidikan, orang tua, masyarakat luas untuk memberikan pendidikan agar anak-anak kita bisa memanfaatkan internet dengan sehat,” tutur Jumeri.

Setelah selesai dari seminar komunikasi dan digitallisasi, Jumeri berharap para peserta dapat menjadi duta digitalisasi di sekolahnya. Anak-anak dapat memberikan informasi kepada peserta didik lainnya agar dapat menggunakan internet secara baik dan benar. “Jadilah warga dunia yang bisa memanfaatkan internet dengan sehat, tidak banyak terpengaruh oleh konten negatif yang ada di dunia maya,” harap Jumeri.

Pada kesempatan yang sama, Direktur SMP Kemendikbud, Mulyatsyah menyampaikan kegiatan komunikasi dan digitalisasi jenjang SMP diselenggarakan dalam rangka memberikan pemahaman kepada pendidik dan para pemangku kepentingan agar mampu memahami bagaimana melakukan komunikasi digitalisasi yang baik.

“Tentu kita harus menghindari dan mengantisipasi anak didik kita dan guru-guru kita dari hal-hal yang viral dan berujung pada persoalan hukum supaya proses kegiatan belajar mengajar tidak terganggu,” ungkap Mulyatsyah.

Kegiatan komunikasi dan digitalisasi jenjang SMP Tahun 2020 melibatkan siswa, guru pendamping, dan dinas pendidikan dari berbagai wilayah. Dengan total 143 peserta, kegiatan yang berlangsung dalam jaringan (daring) ini menghadirkan peserta yang berasal dari berbagai daerah di 34 provinsi.

Para peserta akan diberikan pembekalan dari narasumber yang kompeten di bidangnya seperti perwakilan Direktorat SMP, Badan Narkotika Nasional (BNN), praktisi yang memiliki pemahaman dan pengetahuan terkait dengan kemampuan komunikasi digitalisasi dan juga dari pegiat-pegiat pendidikan. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk edutainment sehingga saat acara berlangsung, para peserta akan lebih atraktif, menyenangkan dan tidak membosankan.

Rincian materi yang disampaikan yaitu kebijakan Direktorat SMP, bahaya narkotika dan merokok, motivasi pengembangan karakter pemimpin, kecakapan komunikasi, pengembangan komunikasi melalui digitalisasi dalam bidang musik, penggunaan digitalisasi untuk pembelajaran, pemanfaatan media sosial secara, serta pembuatan konten vlog/video sebagai media komunikasi.

Jumeri mengajak seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan memberikan pengetahuan kepada para orang tua untuk mampu bisa memanfaatkan paltform digital dengan sebaik-baiknya. “Saya punya keyakinan bahwa platform digital ke depan akan semakin masif, akan banyak digunakan sebagai alternatif dalam pengembangan sistem pembelajarannya di sekolah,” ucap Jumeri.

Kepada para pendidik yang hadir pada kegiatan ini, Jumeri menitipkan para peserta didik untuk terus dibimbing, diberikan pencerahan agar bisa memanfaatkan digitalisasi dengan sebaik-baiknya. “Walaupun kami yakin bahwa interaksi antara Bapak/Ibu guru dengan para peserta didik masih sangat diperlukan karena di situ ada kehangatan, ada rasa kasih sayang di antara guru dengan peserta didik yang tidak bisa kita dapatkan lewat media sosial,” ungkapnya.

“Harapan kita dengan digitalisasi, pemerataan pendidikan ke seluruh sudut negeri akan bisa dipercepat,” tutupnya.