Kemendikbud Selenggarakan KIHAJAR STEM 2020 Wujudkan Generasi Pelajar Pancasila

Suarapendidikan.com – Untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia pada tahun 2035, yakni membangun generasi Indonesia menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, dan berakhlak mulia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selenggarakan kegiatan Kita Harus Belajar (KIHAJAR) Sciences, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) 2020. Kegiatan tahunan yang mulai diselenggarakan sejak tahun 2006 oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) ini, kini bertransformasi untuk memacu kompetensi generasi KIHAJAR Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt.) Pusdatin, M. Hasan Chabibie mengajak generasi KIHAJAR untuk memaksimalkan semua kesempatan yang saat ini bisa dinikmati salah satunya KIHAJAR, untuk mengembangkan potensi dirinya. “Bangsa ini membutuhkan generasi yang cerdas, berakhlak, mandiri, bernalar kritis, berfikiran global. Tetap belajar dan berinovasi salah satunya melalui KIHAJAR,” ucap Hasan saat membuka KIHAJAR STEM 2020 melalui virtual di Jakarta, pada Minggu (04/10/2020).

Generasi KIHAJAR (GEN KIHAJAR) adalah peserta didik yang telah turut serta dalam “Kita Harus Belajar”. Melalui KIHAJAR, para peserta didik dapat mengembangkan keterampilan, pengetahuan dan kompetensi abad 21 dalam pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi berbasis STEM. Generasi ini dikenal sebagai generasi “Digital Native” dimana mereka yang sejak lahir sudah dikelilingi beragam teknologi dan biasa berinteraksi dengan komputer, gawai dan internet.

“Teknologi adalah nafasnya zaman, mari gunakan semua teknologi yang ada saat ini dimasukan ke dalam proses pembelajaran saat ini agar dapat menumbuhkembangkan masa depan pelajar Indonesia. Teknologi tidak hanya digunakan untuk merawat masa lalu,” ujar Hasan.

Untuk itu, Indonesia saat ini membutuhkan generasi unggul yang merupakan pelajar sepanjang hayat serta memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. “Generasi yang bisa menjawab tantangan masa kini dan masa depan. Generasi yang memiliki karakter bangsa sebagai jati dirinya, seperti berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, gotong royong, dan Kebhinekaan Global,” lanjut Hasan.

Sebanyak 64.555 peserta didik dari seluruh jenjang pendidikan baik dari dalam dan luar negeri telah mendaftar pada KIHAJAR STEM. Pada tahap final yang diselenggarakan pada 4 Oktober 2020, sebanyak 301 peserta didik telah mengikuti mekanisme penilaian yang terdiri dari dua tahap, diantaranya pembuatan video inovasi atau pembelajaran berbasis STEM serta menjawab pertanyaan melalui aplikasi Quizizz.

Untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia pada tahun 2035, yakni membangun generasi Indonesia menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, dan berakhlak mulia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selenggarakan kegiatan Kita Harus Belajar (KIHAJAR) Sciences, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) 2020. Kegiatan tahunan yang mulai diselenggarakan sejak tahun 2006 oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) ini, kini bertransformasi untuk memacu kompetensi generasi KIHAJAR Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt.) Pusdatin, M. Hasan Chabibie mengajak generasi KIHAJAR untuk memaksimalkan semua kesempatan yang saat ini bisa dinikmati salah satunya KIHAJAR, untuk mengembangkan potensi dirinya. “Bangsa ini membutuhkan generasi yang cerdas, berakhlak, mandiri, bernalar kritis, berfikiran global. Tetap belajar dan berinovasi salah satunya melalui KIHAJAR,” ucap Hasan saat membuka KIHAJAR STEM 2020 melalui virtual di Jakarta, pada Minggu (04/10/2020).

Generasi KIHAJAR (GEN KIHAJAR) adalah peserta didik yang telah turut serta dalam “Kita Harus Belajar”. Melalui KIHAJAR, para peserta didik dapat mengembangkan keterampilan, pengetahuan dan kompetensi abad 21 dalam pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi berbasis STEM. Generasi ini dikenal sebagai generasi “Digital Native” dimana mereka yang sejak lahir sudah dikelilingi beragam teknologi dan biasa berinteraksi dengan komputer, gawai dan internet.

“Teknologi adalah nafasnya zaman, mari gunakan semua teknologi yang ada saat ini dimasukan ke dalam proses pembelajaran saat ini agar dapat menumbuhkembangkan masa depan pelajar Indonesia. Teknologi tidak hanya digunakan untuk merawat masa lalu,” ujar Hasan.

Untuk itu, Indonesia saat ini membutuhkan generasi unggul yang merupakan pelajar sepanjang hayat serta memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. “Generasi yang bisa menjawab tantangan masa kini dan masa depan. Generasi yang memiliki karakter bangsa sebagai jati dirinya, seperti berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, gotong royong, dan Kebhinekaan Global,” lanjut Hasan.

Sebanyak 64.555 peserta didik dari seluruh jenjang pendidikan baik dari dalam dan luar negeri telah mendaftar pada KIHAJAR STEM. Pada tahap final yang diselenggarakan pada 4 Oktober 2020, sebanyak 301 peserta didik telah mengikuti mekanisme penilaian yang terdiri dari dua tahap, diantaranya pembuatan video inovasi atau pembelajaran berbasis STEM serta menjawab pertanyaan melalui aplikasi Quizizz.

Dewan juri akan menentukan pemenang dari masing-masing jenjang dan akan diumumkan pada perayaan hari jadi Televisi Edukasi pada Senin, 12 Oktober 2020. Para pemenang akan mendapatkan beasiswa berupa uang tunai dengan total sebesar Rp300 juta.

Melalui kebijakan pemberian bantuan kuota data internet, para peserta didik dapat memanfaatkannya untuk mengikuti tahapan pelaksanaan KIHAJAR STEM. GEN KIHAJAR dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk belajar mandiri, berinovasi, melatih berfikir kritis, kreatif, bhineka global dan berakhlak mulia sebagai cerminan Pelajar Pancasila.

“Kuota data Internet yang diberikan oleh kemendikbud, diharapkan mampu menjadi jalan mengeluarkan kemampuan diri sendiri meski dalam keterbatasan saat ini. Sehingga bernalar kritis dan kemandirian dapat terus dilatih oleh dengan mengikuti proses pembelajaran,” jelas Hasan.

Dewan juri akan menentukan pemenang dari masing-masing jenjang dan akan diumumkan pada perayaan hari jadi Televisi Edukasi pada Senin, 12 Oktober 2020. Para pemenang akan mendapatkan beasiswa berupa uang tunai dengan total sebesar Rp300 juta.

Melalui kebijakan pemberian bantuan kuota data internet, para peserta didik dapat memanfaatkannya untuk mengikuti tahapan pelaksanaan KIHAJAR STEM. GEN KIHAJAR dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk belajar mandiri, berinovasi, melatih berfikir kritis, kreatif, bhineka global dan berakhlak mulia sebagai cerminan Pelajar Pancasila.

“Kuota data Internet yang diberikan oleh kemendikbud, diharapkan mampu menjadi jalan mengeluarkan kemampuan diri sendiri meski dalam keterbatasan saat ini. Sehingga bernalar kritis dan kemandirian dapat terus dilatih oleh dengan mengikuti proses pembelajaran,” jelas Hasan. (NR)