Ruang Kelas Terendam Banjir, Siswa SMPN 1 Ploso Belajar di Masjid

Suarapendidikan, Ploso – Derasnya hujan mengguyur kabupaten Jombang pada Senin pukul 23.45 WIB (6/1)  mengakibatkan banjir di beberapa kecamatan di kabupaten Jombang. Dampak dari hujan deras ini  salah satunya adalah meluapnya air  sungai marmoyo yang mengakibatkan banjir di beberapa kecamatan yang dilalui oleh sungai itu.

Akibatnya  arus lalu lintas di jalan Raya Ploso-Babat tepatnya di desa Bawangan kecamatan Ploso terganggu oleh luapan air sungai marmoyo. Selain itu, kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Ploso Jombang  juga mengalami kendala akibat banjir.

Kepala Sekolah SMPN 1 Ploso, Rudiyoso mengatakan bahwa pada pukul 4.30 WIB Selasa pagi, air mulai masuk ke halaman  sekolah. Tepatnya di area lapangan tengah dekat  masjid dengan ketinggian sekitar 20 cm. Air juga mulai masuk ke dalam beberapa ruang kelas.

“ada 3 kelas yang terdampak, air mulai masuk ke kelas” ujar Rudiyoso, saat dihubungi melalui telepon oleh redaksi suara pendidikan, pada selasa (7/1/2020).

Pihak sekolah sudah mengevakuasi dengan mengalihkan para siswa yang berada di tiga kelas tersebut ke masjid.

“Alhamdulillah masjid cukup untuk menampung murid 3 kelas dan pembelajaran tetap berlangsung”, lanjutnya.


Menerima laporan  dari pihak sekolah SMPN 1 Ploso, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Agus Purnomo  didampingi oleh Julaeni selaku pengawas SMP, datang ke lokasi untuk meninjau langsung keadaan SMPN 1 Ploso Selasa (7/1)pagi.

Menurut Rudiyoso, banjir bisa terjadi 4 sampai 5 tahun sekali, namun yang paling parah menurutnya terjadi  di tahun kemarin, hingga air masuk ke ruang guru dengan ketinggian 40 centimeter.

Rudiyoso juga berharap hari ini tidak hujan lagi, agar air bisa cepat surut. Ia juga mengimbau kepada para wali murid untuk tidak khawatir, karena air sudah mulai surut.

“Kami akan mengantisipasi untuk sarana-sarana pembelajaran akan kami amankan, dan ditempatkankan di tempat yang aman”, pungkasnya.(NR)