SDN Made Gandeng Puskesmas dan Polsek Kudu untuk tingkatkan mutu pendidikan

Suarapendidikan.com, Jombang – Curah hujan tinggi yang masih berlangsung di Kabupaten Jombang mengharuskan setiap elemen masyarakat termasuk sekolah harus melakukan upaya prefentiv terhadap munculnya penyakit demam berdarah yang disebabkan gigitan nyamuk Aides aigepty. Seperti yang sudah dilakukan di SDN Made kecamatan Kudu Jombang.

Guru kelas tiga SDN Made Sulastri menyampaikan bahwa di sekolahnya upaya pencegahan sudah dilaksanakan secara rutin oleh semua warga sekolah. Seperti agenda PSN setiap hari Jum’at sudah berjalan sejak dulu.

Selain melakukan aksi nyata sekolah yang berada wilayah utara brantas Jombang ini juga bekerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Kudu terkait wawasan kesehatan dan lainya.

“kita bekerjasama dengan puskesmas juga sudah lama, karena untuk mengantisipasi demam berdarah tidak cukup dilakukan oleh pihak sekolah saja. Namun, juga harus dengan pemenuhan gizi yang seimbang agar daya tahan tubuh kita baik,”terang ibu satu anak ini.

Pembekalan dari Puskesmas Kudu kepada siswa SDN Made Kudu Jombang

Sekolah yang dihuni 165 siswa, 5 guru PNS, 1 Kepala Sekolah, 4 Guru tidak tetap, 1 guru mulok, dan 1 guru diniah ini memang tergolong sekolah pinggiran. Namun kegiatanya cukup padat dan aktif.

Sulastri menambahkan tidak hanya kerjasama dengan puskesmas saja yang rutin memberikan pengetahuan tambahan, dengan jajaran kepolisian POLSEK Kudu juga aktif dilakukan seperti yang tampak pada hari ini (17/2) pagi di lapangan SDN Made.

“hari ini dari polsek kudu yang memberikan amanat, sekaligus pemberian motivasi kepada siswa untuk memakai helm saat di bonceng orangtuanya. Yang hadir hari ini apalah bapak Edi Susanto Kanit Binmas polsek Kudu Jombang,”papar Kepala SDN Made Sri Murdiantini kepada Redaksi Radio Suara Pendidikan melalui pesan singkat.

Upacara pagi ini sedikit berbeda dengan biasanya. Upacara di hadiri oleh pihak kepolisian Polsek Kudu disertai sosialisasi pakai helm, dilanjutkan pemberian hadiah lomba mewarnai yang dilaksanakan hari sabtu kemarin (15/2) dengan tema mencegah demam berdarah untuk menggalakkan literasi sekolah, dan pemberian santunan kepada 7 anak yatim di sekolah.

“Saat sosialisasi pak Edi memberikan kuis untuk siswa dan yang berhasil menjawab mendapat hadiah helm. Ada dua anak yang mendapat helm yaitu Fadhil dan Hayun,” kata guru yang sudah enam tahun mengajar di SDN Made ini.

Kanit Binmas Menyerahkan Hadiah Helm Kepada Fadhil dan Hayun siswa SDN Made

Wajah gembira tampak dari siswa yang mendapat hadiah helm dan semoga kedepan terus ada sosialisasi yang lebih inovatif lagi sehingga lebih mudah diterima dan dijalankan. Untuk diketahui kegiatan yang dilaksanakan SDN yang di pimpin Sri Murdiantini ini dilakukan rutin dan berkelajutan seperti setiap hari sabtu ada jadwal makan bersama, mulai makan telur, buah, dan sayur, dan minum susu setiap minggunya dilakukan secara bergantian.

“kedepan supaya SDN Made lebih maju dalam segala hal tidak hanya akademik tetapi non akademik juga.kami juga sering menyambut bupati di sendang made yg menampilkan beberapa ekstra kami yaitu ekstra tari,”pungkasnya. (SF/NR)