Semangat belajar ditengah kepungan banjir ; SDN Jombok II Kesamben Jombang

Suarpendidikan.com, Jombang – Intensitas hujan yang cukup tinggi di Kabupaten Jombang awal bulan ini menyebabkan beberapa wilayah di kecamatan Kesamben Jombang terendam air. Salah satunya Dusun Beluk, Desa Jombok Kecamatan Kesamben menjadi daerah yang kerap kali terdampak luapan air saat musim hujan.

Banjir yang menggenangi daerah ini sejak tujuh hari yang lalu hingga saat ini sabtu (8/2) pagi masih belum surut. Air yang membanjiri ruas jalan dan perkampungan berakibat terganggunya aktivitas warga tak terkecuali kegiatan belajar di sekolah.

Eris Fatmawati M, S.Pd.I guru agama SDN Jombok II Kesamben saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa.

Aktivitas belajar di SDN Jombok II berjalan Normal

“Sekolah tetap berjalan seperti biasa karena banjir tidak sampai menggenangi bangunan sekolah. Hanya akses menuju sekolah yang terendam air cukup tinggi sehingga menyebabkan anak-anak dan warga sekolah lainya sedikit kesulitan menuju sekolah,”papar ibu dua anak ini.

Sekolah yang dipimpin Dra. Roisah ini berada di daerah perbatasan antara Jombang dan Mojokerto  memiliki 128 siswa, empat guru PNS dan enam guru honorer. Untuk menuju sekolah guru dan siswa harus rela melepas sepatu dan sedikit berbasah dengan air yang masing menggenang.

Bupati Tinjau daerah terdampak banjir di Dusun. Beluk Desa. Jombok Kecamatan Kesamben Jombang

Pada (5/2) beberapa hari lalu Bupati Jombang Munjidah Wahab didampingi beberapa Pejabat Pemkab Jombang serta relawan sudah melakukan peninjauan ke Dusun Beluk, Desa Jombok Kesamben untuk melakukan bakti sosial dan memberikan bantuan. Bupati juga memastikan dapur umum yang disediakann oleh BPBD Jombang dan relawan siap dan layak untuk membantu warga.

Kondisi banjir membuat beberapa siswa yang memang daerahnya terendam cukup parah terpaksa tidak bisa mengikuti proses belajar di sekolah. Dra. Roisah menekankan bahwa kegiatan di sekolah tetap berjalan.

“Bagi siswa yang terdampak cukup parah kita memberikan dipensasi untuk boleh tidak masuk sekolah atau belajar dirumah terlebih dahulu sampai kondisi membaik,”paparnya.

Ketinggian air yang masin berada dibawah lutut orang dewasa ini membuat warga sekolah tergerak untuk memberikan bantuan untuk warga dan melakukan bakti sosial dua hari yang lalu.

Meski harus berbasah-basahan menuju sekolah bapak ibu guru tetap semangat dalam melaksanakan tugasnya. Tampak dari wajah sumringah bapak ibu guru di postingan story media sosial Eris Farmawati. (NR)