Siaga bencana, Dinsos Jombang siap all out

Suarapendidikan.com, Jombang – Cuaca ektreme yang terjadi di kabupaten Jombang beberapa hari terakhir, membawa dampak bencana alam di beberapa kecamatan di kota Santri. Salah satu akibatnya adalah hujan lebat, yang mengakibatkan banjir di beberapa wilayah tersebut. Sehingga hal itu membuat semua instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, POLRI, Dinas Kesehatan, dan lainnya, tidak terkecuali Dinas Sosial saling berkoordinasi dalam kesiapsiagaan bencana alam.

Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten Jombang juga turut andil dalam aksi kesiapsiagaan bencana di kabupaten Jombang. Hal ini dikarenakan Dinsos merupakan salah satu Dinas Penampu yang berdampingan langsung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaku leading sektor. Dalam hal ini Dinsos juga mempunyai tim khusus yang mengacu pada Peraturan Menteri Sosial, yaitu yang disebut dengan tim Penanggulangan Bencana yang terletak pada Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Menurut Kepala Dinsos Jombang, Mochammad Saleh, Tagana merupakan organisasi struktural yaitu mulai dari pusat, provinsi, kabupaten dan kecamatan. Sedangkan tim dari Dinsos ini tergabung dalam Tagana kabupaten yang berposisi pada ring tiga.

“Dinsos Jombang yang tergabung dalam Tagana kabupaten di ring tiga ini artinya adalah, memberikan pelayanan dan jaminan sosial kepada korban terdampak bencana”, ungkap Saleh kepada tim redaksi radio Suara Pendidikan di kantornya, Rabu (8/1).

Dalam kesiapsiagaan bencana di Jombang, saat ini pihak Dinsos bekerjasama dengan para relawan, instansi maupun stakeholder terkait, turut berpartisipasi aktif siap tanggap darurat di lapangan jika terjadi bencana alam, seperti banjir, angin puting beliung dan lain sebagainya. Tidak hanya itu saja, bahkan Dinsos juga turut andil dalam kebencanaan sosial. Dalam hal ini tugas Dinsos bukan turut ikut mengevakuasi korban, melainkan mendirikan dapur umum untuk para  korban bencana alam.

Dinsos Jombang juga sudah menyiapkan tenaga-tenaga terampil yang akan ditempatkan pada posko-posko kesiapsiagaan bencana alam.

“Selain dapur umum, di tenda evakuasi itu, juga ada pekerja sosial, ada psikolog, bilamana korban terdampak mempunyai semacam traumatik, kita akan lakukan sentuhan-sentuhan sosial atau semacam trauma healing”, kata Kadinsos Jombang.

Saleh juga menjelaskan, karena pada prinsipnya Dinas Sosial melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana), siap untuk melakukan pelayanan kepada korban terdampak bencana. Kemudian, Dinsos juga menjadi bagian dari tim posko daerah, dalam rangka penanggulangan bencana.

“kita siap kapanpun, dimanapun, kita all out”, imbuhnya.

Mewakili seluruh instansi yang tergabung dalam kesiapsiagaan kabupaten Jombang, Saleh mengajak seluruh masyarakat kabupaten Jombang untuk menjaga alam. “mari kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita”, pungkasnya. (NR)