Strategi Jitu Cegah Copas Antar Pelajar Saat Home Learning

Suarapendidikan, Jombang – Pelaksanaan home learning atau belajar di rumah guna mencegah penyebaran Covid-19 dilaksanakan oleh setiap kabupaten/kota di Indonesia. Berdasar pada Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang tanggal 16 Maret 2020, home learning untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai awal dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2020 sampai tanggal 28 Maret 2020, hingga di perpanjang lagi sampai tanggal 21 April 2020.

Hal tersebut membuat para guru terus berupaya agar para peserta didiknya bisa tetap belajar maksimal, meskipun di lakukan dengan cara pembelajaran jarak jauh atau darring. Dalam hal ini guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh Radio Suara Pendidikan Jombang, yakni Live Streaming di Youtube Suara Pendidikan TV.

Salah seorang peserta Live Streaming mata pelajaran matematika, Ahmad Fadhil guru SMPN 3 Jombang mengatakan bahwa selain mengikuti kegiatan ini, pihaknya juga memberikan tugas kepada peserta didiknya dengan memanfaatkan aplikasi perpesanan WhatApp (WA).

“Sama seperti guru-guru yang lain, kita selalu memberikan tugas dan memantau hasil siswa tersebut. Tujuannya yang pertama adalah agar mereka tetap belajar meskipun berada di rumah. Dan yang paling penting supaya peserta didik itu tidak keluar rumah dengan hal-hal yang begitu penting, seperti nongkrong atau sebagainya,” kata Fadhil saat sebelum Live Streaming pada Selasa Pagi (7/4).

Saat ditanya oleh salah satu crew Radio Suara Pendidikan tentang kendala selama pelaksanaan home learning, ia mengaku kendala pembelajaran seperti ini adalah copy paste (copas) hasil dari tugas antar siswa. Menurutnya hal tersebut mungkin saja terjadi, dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi copas bisa dilakukan dengan mudah. Tentu hal ini akan berdampak buruk bagi siswa. Seperti contoh siswa akan menjadi malas untuk menulis atau mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya. Mereka akan saling menunggu hasil dari siswa lain untuk dicopas lalu dikirimkan ke gurunya. Tentu hal tersebut akan membuat siswa lebih malas untuk berfikir dan mereka akan cerderung pasif.

Dalam mengantisipasi hal-hal tersebut, Fadhil mempunyai strategi khusus untuk mengantisipasinya. Ia mengaku bahwa cara yang dipilihnya adalah menerapkan sistem foto pada tugas siswa.

“Para siswa saya suruh untuk menulis di kertas tentang apa yang dikerjakannya lalu difoto. Kertas yang digunakan untuk mengerjakan tugas, sebelumnya harus diberi nama lengkap dan kelas, ini nanti untuk mempermudah dalam penilaian dan untuk menghindari copas foto,”ujarnya.

Fadhil menegaskan bahwa ia melarang peserta didik mengirim tugas yang diberikannya dalam bentuk file Microsoft Word atau ketikan pada WA. Melainkan yang dikirim ke WA pribadinya adalah foto dari tugas yang dikerjakan oleh siswa tersebut.

Meskipun demikian Fadhil mengaku tidak pernah memberikan tugas kepada siswa secara berlebihan.

“Dengan menerapkan home learning , apalagi dilakukan di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, pasti para siswa ini mudah stress. Jadi, jangan sampai kita memberikan tugas secara berlebihan dan malah membebani mereka. Karena stress itu menurut pakar kesehatan akan mempengaruhi tingkat imunitas tubuh seseorang,” pungkasnya. (W/NR)