Syarat dan Ketentuan Aktivasi Rekening/Penarikan Dana PIP Pada Bank Penyalur

Foto : siedoo.com

Suarapendidikan.com, Jombang – Kemendikbud melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan memberikan informasi bahwa Aktivasi Rekening/Penarikan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Bank Penyalur dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Hal tersebut tertuang dalam surat bernomor 112/J5/BP/2020 tanggal 26 Juni 2020 yang ditujukan pada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Indonesia dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi se-Indonesia.

Adapun isi dari surat itu yang pertama adalah semua proses aktivasi rekening dan/atau penarikan dana di lembaga penyalur Bank Rakyat Indonesia dan Bank Negara Indonesia wajib memperhatikan protokol kesehatan.

Kedua, aktivasi rekening dan/atau penarikan dana PIP untuk semua wilayah se-Indonesia dilakukan secara kolektif oleh kepala sekolah/ketua lembaga/bendahara/guru mengingat keselamatan siswa sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 1881/D/BP/2019 tentang Petunjuk Pelaksaan Program Indonesia Pintar Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Ketiga, sekolah melengkapi dokumen persyaratan aktivasi rekening dan/atau penarikan dana yang meliputi Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) yang semula ditandatangi 3 pihak (kepala sekolah, komite sekolah dan pengawas sekolah), saat ini cukup ditandatangani oleh kepala sekolah/ketua lembaga/bendahara/guru yang dikuasakan.

Apabila bendahara/guru yang melakukan aktivasi rekening dan/atau penarikan dana secara kolektif, maka harus dilengkapi surat kuasa dari kepala sekolah yang bersangkutan. Surat Keterangan kepala sekolah/ketua lembaga dilampiri dengan seluruh data siswa yang akan dikolektifkan.

Fotocopy KTP kepala sekolah/ketua lembaga/bendahara/guru yang dikuasakan, dan menunjukkan aslinya. Dan fotocopy SK pengangkatan kepala sekolah/ketua lembaga/bendahara/guru definitif dan masih berlaku yang dikuasakan.

Serta yang keempat adalah Dinas Pendidikan memastikan bahwa kepala sekolah/ketua lembaga/bendahara/guru yang melaksanakan pencairan kolektif segera menyerahkan buku tabungan dan dana sesuai nilai dana yang diambil dari bank sesegera mungkin paling lambat 14 (empat belas) hari setelah tanggal pengambilan dana. Dan seluruh aktivitas penyerahan dokumen pencairan dari orang tua/wali ke kepala sekolah/ketua lembaga/bendahara/guru, kemudian diteruskan dari ke petugas bank dan selanjutnya saat penyerahan buku tabungan dan/atau dana kepada siswa penerima, seluruhnya dilakukan secara contactless dan juga tetap memperhatikan protokol kesehatan.