Terobosan Metode Belajar IPA Mudah Ala SDN Carangrejo 2 Kesamben

Terobosan Metode Belajar IPA Mudah Ala SDN Carangrejo 2 Kesamben

Suarapendidikan.com, Jombang – Ujian Nasional sudah dekat, berbagai upaya dilakukan guru agar siswanya bisa berhasil mengerjakan soal ujian dengan baik, seperti terlihat pada salah satu guru kelas VI di SDN Carangrejo 2 Kesamben, Jombang dengan materi memahami organ pernapasan dan proses pernapasan manusia menggunakan praktikum sederhana.

Esti Widi Hastuti, S.pd guru kelas VI menjelaskan bahwa dirinya menekankan pola pengajaran MIPA  pada 21 siswanya menggunakan praktik sederhana karena dirasa cukup mudah dipahami dan diingat.

“Materi ini mengulang pembelajaran kelas empat, jadi untuk pematangan materi saya ajak anak-anak langsung praktik, selain materi ini ada juga materi lain di kelas V yang kita gunakan praktik sederhana sehingga anak-anak mudah faham dan menyenangkan,” papar ibu dua anak ini.

Materi ujian nasional tidak hanya berisi soal kelas akhir saja melainkan juga beberapa materi kelas sebelumnya. Guru asal desa Pojokrejo ini menjelaskan tentang metode praktik yang dilakukan.

Terobosan Metode Belajar IPA Mudah Ala SDN Carangrejo 2 Kesamben “Alat yang dibutuhkan 1 botol air mineral, 3 sedotan plastik, isolasi, 3 buah balon, 3 buah karet, lem tembak dan gunting. Botol air sebagai tubuh manusia, (sedotan yang dipasang): tenggorokan, bronchitis (percabangan pada selang), (kedua balon): paru-paru kanan dan paru-paru kiri, (1 balon) digunakan penyekat antara rongga dada dan rongga perut,” jelasnya.

Cara kerjanya seperti saat kita bernafas, ketika udara masuk balon bagian bawah ditarik maka kedua balon akan mengembang dan udara masuk ke paru-paru, ketika udara keluar atau relaksasi maka paru-paru akan mengempis.

Secara keseluruhan menurut Esti, pola pengajaran ini tidak ada kendala yang berarti, hanya saja terkadang ada siswa yang balonya kurang elastis sehingga sulit dipasang sebagai penyekat. Praktik ini dikerjakan secara mandiri karena menggunakan alat sederhana, namun tetap mendapat pengarahan dari guru untuk saling membantu antar teman yang mengalami kesulitan.

“Penilaian sengaja saya gunakan dokumentasi video agar anak-anak lebih bertanggung jawab, berani dan percaya diri, sehingga dalam mengikuti pembelajaran siswa tidak asal-asalan,”pungkas Esti. Inovasi metode dan penggunaan media belajar yang sesuai menjadi tuntutan guru saat ini. Perkembangan teknologi informasi yang cepat harus bisa dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkaya diri dalam segala hal, termasuk inovasi pembelajaran agar tujuan pembelajaran itu sendiri bisa berhasil sesuai harapan. (sf/NR)