Tips Cegah Stres Orangtua dan Anak Saat Social Distancing

Ilustrasi belajar bersama anak (Shutterstock)

Suarapendidikan.com, Jombang – Berbagai upaya telah dilakukan oleh perintah pusat maupun daerah dalam menekan penyebaran Covid-19. Upaya tersebut diantaranya, membatasi aktivitas sosial dan juga memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah. Dari upaya tersebut tampaknya mempengaruhi pola rutinitas masyarakat, salah satunya adalah para pelajar.

Sejak pertengahan bulan lalu hingga hari ini (18/4), pemerintah telah memberlakukan peraturan proses pembelajaran dari rumah. Oleh karena itu, agar proses tersebut berjalan maksimal maka dibutuhkan peran ekstra dari orangtua. Mereka dituntut harus mendampingi buah hatinya saat proses pembelajaran ini berlangsung.

Dalam kondisi seperti sekarang ini tak jarang orangtua kebingungan saat harus menentukan prioritas karena banyaknya tuntutan pekerjaan yang harus diselesaikan. Oleh karena itu, redaksi suarapendidikan.com berbagi tips guna menyelesaikan masalah tersebut.

Dilansir dari laman Healthychildren, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat kesepakatan bersama dalam menentukan jadwal harian antara orang tua dan anak. Hal ini perlu dilakukan agar rutinitas sehari-hari orangtua dan anak berjalan secara teratur, sehingga akan tahu kapan waktu untuk sarapan, belajar, istirahat dan bermain.

Selain itu, pembuatan jadwal harian ini akan menghindarkan orangtua dari kebingungan menentukan prioritas yang dapat menyebabkan stres.

Kedua, sebaiknya orang tua menciptakan suasana yang menyenangkan di dalam rumah. Seperti meluangkan waktu untuk bermain, berolahraga, dan makan bersama. Hal ini akan membuat anak merasa nyaman selama belajar di rumah.

Orangtua juga perlu menjalin komunikasi yang baik dengan guru sekolah, untuk mendiskusikan tumbuh kembang anak saat melakukan proses belajar di rumah.

Dan yang ketiga yakni sebagai orang tua juga harus mampu membatasi dan mengarahkan anaknya,  terhadap semua informasi yang berpotensi menyebabkan kecemasan atau kepanikan.

Cara seperti ini secara tidak langsung dapat mencegah stres, baik orang tua maupun anak saat melakukan social distancing. (W/NR)