Universitas Terbuka Surabaya Gelar Webinar “Menjamin Pemenuhan Hak Anak Tanpa Diskriminasi”

Suarapendidikan.com, Jombang – Pendidikan adalah hak dasar setiap manusia. Kondisi Adaptasi Kebiasaan Baru pada Pandemi Covid 19 mengakibatkan layanan pendidikan sangat bervariasi menurut kemampuan peserta didik/orang tua dalam menyiapkan sarana pembelajaran dalam jaringan ataupun luar jaringan. Kondisi wilayah atas akses internet juga mempengaruhi pola pembelajaran jarak jauh. Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah maupun lembaga pendidikan harus memiliki strategi yang dapat menjamin pemenuhan hak anak tanpa diskriminasi.

Menyikapi hal tersebut Universitas Terbuka (UT) Surabaya menggelar Webinar dengan tema “Menjamin Pemenuhan Hak Anak Tanpa Diskriminasi” pada hari Kamis (23/7) yang disiarkan langsung dari Studio Suara Pendidikan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang.

Suparti, Direktur UT Surabaya dalam sambutannya mengatakan, anak adalah aset bangsa, kita harus peduli pada kebutuhannya.

“Simak dengan baik ketiga narasumber handal ini, semoga bermanfaat untuk anak didik kita dan anak-anak sekitar kita”

Profesor Udan Kusmawan saat memaparkan materi

Pemateri pertama webinar ini yaitu Profesor Udan Kusmawan memaparkan tentang apa saja yang diperlukan anak mulai dari orangtua dan keluarga, lingkungan sosial, kesehatan dan keamanan, sekolah dan pendidikan.

“3 hal yang perlu diwaspadai pada era kebiasaan baru pada pendidikan yaitu, perilaku hidup sehat, komunikasi intensif dan edukatif antara sekolah, orang tua dan masyarakat serta menata learning management system serat sistim evaluasi dan asesmen”, ungkap Profesor Udan.

Selain Profesor Udan, terdapat 2 pemateri lagi yakni Prof. Bagong Suyanto, Guru Besar Sosiologi Anak FISIP Universitas Airlangga Surabaya dan Misran Lubis, Kepala Sekretariat Nasional PAACLA (Partnership for Action Child Labour in Agriculture). (NR)