Upaya Peningkatan Motorik Anak oleh IGTKI Jombang

Suarapendidikan.com, Jombang – Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTKI) Kabupaten Jombang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur menggelar Workshop Senam PAUD Tahun 2020 di Gedung “Tri Dharma” Klenteng Jombang, pada Rabu pagi (4/3).

Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri sekaligus instruktur senam, Kak Rudy dari Disdikbud Provinsi Jawa Timur. Dan diikuti sebanyak 276 peserta yang terdiri dari guru dan kepala TK se Kabupaten Jombang.

Kepala Disdikbud Jombang, Agus Purnomo hadir dalam workshop tersebut dengan didampingi oleh Ibu Ketua DWP Disdikbud Jombang, Lilik Purnomo, Kabid Pembinaan PAUD dan PNF, Bambang Rudy Tjahjo, Kasi PTK PUD dan PNF, Sumadi serta Ketua IGTKI Kabupaten Jombang, Sri Daruretno.

Dalam sambutannya, Agus menyampaikan banyak terima kasih dan memberikan apresiasi kepada para peserta dan pengurus IGTKI Kabupaten Jombang. Menurutnya kegiatan workshop seperti ini dapat menambah ilmu bagi guru-guru TK.

“Teman-teman menyelenggarakan kegiatan ini dengan biaya mandiri, ini luar biasa. Oleh karena itu kita usahakan untuk kedepannya akan kita fasilitasi dengan anggaran APBD tahun 2021 sehingga kegiatan ini bisa berjalan berkelanjutan,” kata Agus.

Agus juga menghimbau kepada para peserta agar menularkan ilmu yang didapat dari workshop tersebut kepada peserta didik. Hal itu bertujuan untuk membentuk anak-anak yang sehat, lincah, dan memiliki motorik yang baik. Sehingga bisa mewujudkan visi dan misi Presiden Republik Indonesia yakni Sumber Daya manusia (SDM) Unggul, Indonesia Maju.

Selain itu Ia juga mengingatkan agar para guru dan kepala sekolah TK yang hadir tersebut berpegang teguh pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002, Pasal 9 ayat 1 yakni setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai minat dan bakatnya.

Disela-sela kegiatan Workshop, Ketua IGTKI Kabupaten Jombang, Sri Daruretno mengungkapkan workshop ini digelar selain untuk sosialisasi kepada para guru dan kepala sekolah TK, juga untuk mempersiapkan lomba Porseni di tahun 2021 mendatang.

“Senam ini tergolong baru, oleh karena itu kita adakan sosialisasi agar para guru-guru menguasainya sekaligus menularkan ilmunya kepada peserta didik. Sehingga dengan mengajarkan olahraga kepada anak-anak, guru bisa mengasah kemampuan motorik kasar peserta didiknya dengan baik,”ujarnya.

Ia menambahkan perkembangan motorik anak adalah kebugaran jasmani yang berkaitan dengan penggunaan otot-otot besar, seperti otot lengan, otot tungkai, otot bahu, otot punggung dan otot perut yang dipengaruhi oleh kematangan fisik anak. (WG/NR)